Cabai Keriting Lamersi Unjuk Potensi Di Tanah Datar, BRMP Sumatera Barat Dampingi Uji Adaptasi
Pandai Sikek (29/4). BRMP Sumatera Barat terus memperkuat upaya pelestarian Sumber Daya Genetik sekaligus mendorong pemanfaatan varietas lokal unggul melalui pendampingan kegiatan uji adaptasi cabai keriting Lamersi di Kabupaten Tanah Datar. Tim Pengawas Benih Tanaman (PBT) BRMP Sumatera Barat turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan bersama tim teknis dari berbagai instansi dan penyuluh pertanian, serta melibatkan petani hortikultura setempat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, BPSB Provinsi Sumatera Barat, BPP Kecamatan X Koto, serta Kelompok Tani Kabun Gadang. Uji adaptasi tersebut menjadi bagian penting dalam persiapan pendaftaran varietas hortikultura sekaligus proses pemurnian varietas unggul lokal cabai Lamersi.
Cabai keriting Lamersi menunjukkan sejumlah keunggulan yang menjanjikan, di antaranya batang tanaman yang kuat dan kokoh, tingkat ketahanan terhadap hama dan penyakit yang lebih baik, kanopi tanaman yang lebar, serta potensi produksi yang tinggi. Selain itu, varietas ini dinilai adaptif untuk dikembangkan di wilayah dataran tinggi. Uji adaptasi ini bertujuan untuk mengukur kemampuan tumbuh dan perkembangan cabai Lamersi pada kondisi lingkungan yang sama, meliputi kesesuaian tanah, pemupukan, serta pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), dibandingkan dengan varietas pembanding seperti Aka, Kopay, dan Kuhay. Pada tahap pengamatan kali ini, tim fokus mengamati karakter bunga dan daun tanaman sebagai indikator awal pertumbuhan dan potensi hasil. Selain itu, dalam rangkaian uji adaptasi juga dilakukan uji keunggulan dan uji kebenaran untuk memastikan kemurnian dan konsistensi varietas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan cabai keriting Lamersi mampu menunjukkan performa unggul dibandingkan varietas pembanding, sehingga dapat segera didaftarkan sebagai varietas unggul lokal yang memberikan nilai tambah bagi petani serta memperkuat ketahanan hortikultura di Sumatera Barat. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung pengembangan varietas lokal yang berdaya saing